A Conscious Dream : Inception
Hello, fellas.
Hari ini aku baru saja nyelesain satu film yang cukup mind blowing judulnya Inception. Mungkin kalian banyak yang udah pernah nonton. Jadi apa yang aku ungkapkan di halaman ini merupakan kesan yang aku rasakan, kalau kalian merasa ada yang salah atau punya pendapat yang berbeda, boleh lewat komentar (sokin ramein komentar). Jadi sebelum kalian masuk dalam bagian diskusi pikiran saya, aku mau cerita film nya itu sebenarnya gimana.
Jadi film nya ini bercerita tentang Film seorang pencuri lihai yang bernama Dom Cobb (Leonardo DiCaprio) yang melakukan aksi-aksinya dalam alam bawah sadar mimpi.Dom Cobb (Leonardo Di Caprio) dan partnernya, Arthur (Joseph- gordon Levitt) yang berprofesi sebagai pencuri ide atau rahasia perusahaan melalui alam bawah sadar korban mereka. Cara memasuki alam pemikirannya ketika orang tersebut sedang berada di alam mimpi. Kemampuan unik ini sering disebut sebagai sebuah kemampuan untuk melakukan extraction. Oleh Saito (Ken Watanabe), yang kagum akan kemampuan Cobb, ia diberikan sebuah tugas yang lebih berat lagi, yakni untuk melakukan penanaman ide di pemikiran seseorang, yang lazim disebut inception.
Untuk menjalankan tugas tersebut, Cobb mengajak rekan-rekannya, Arthur (Joseph Gordon-Levitt), yang merupakan sahabat dan orang kepercayaan Cobb, dan Eames (Tom Hardy), yang memiliki kemampuan untuk menirukan karakter lain. Mereka kemudian juga merekrut Yusuf (Dileep Rao), yang memiliki kemampuan dalam mengolah bahan kimia, serta Ariadne (Ellen Page), murid dari mertua Cobb, Miles (Michael Caine), yang memiliki kemampuan yang mengagumkan dalam hal arsitektur dan ditugaskan untuk membentuk sebuah alam mimpi.
Tugas mereka kini adalah memasuki alam mimpi Robert Fischer, Jr (Cillian Murphy), seorang pewaris sebuah perusahaan, dan menanamkan pemikiran bahwa ia harus menutup perusahaan ayahnya. Sebenarnya, dengan keberadaan tim yang solid dan memiliki kapabilitas yang baik, tugas ini diyakini dapat mudah untuk dilaksanakan. Namun, alam pikiran Cobb sendiri memiliki beberapa hal tersembunyi mengenai almarhumah istrinya, Mal (Marion Cotillard), yang seringkali mengganggu pemikiran Cobb dan akhirnya mengganggu kinerjanya ketika sedang bertugas.
Itu adalah beberapa dasar cerita dari Inception yang kemudian akan dilanjutkan dengan kisah Cobb dan rekan-rekannya yang menyelami alam mimpi Fischer dan melaksanakan tugasnya. Disinilah kompleksitas cerita Nolan mulai memberikan tantangan kepada para penontonnya untuk bertahan. Di dalam alam mimpi Fischer tersebutlah Nolan memberikan kreasi beberapa lapisan alam mimpi dengan memanfaatkan perbedaan waktu antara satu lapisan dengan lapisan lainnya: satu menit di dunia nyata sama dengan sepuluh menit di lapisan mimpi pertama, satu jam di lapisan mimpi kedua dan kurun tahunan dalam lapisan mimpi ketiga.
Tidak berhenti disitu, Nolan juga menambahkan alam mimpi buangan yang disebut dengan limbo. Di bagian inilah Nolan mengeksplorasi lebih banyak mengenai kepribadian Cobb, hubungan percintaan antara Cobb dan Mal di masa lalu dan menjelaskan bagaimana sebenarnya hubungan mereka yang menyebabkan Cobb selalu dihantui oleh bayang-bayang Mal. Dapat dimengerti mengapa Nolan masih bersusah payah untuk memasukkan unsur kisah cinta yang sebenarnya tidak akan berdampak banyak pada kisah utama film ini. Kisah cinta Cobb dan Mal ada untuk semakin memperumit kepribadian Cobb – sekaligus sedikit mengalihkan perhatian para penonton dari kisah cerita utama yang sedang berjalan.
Aksi-aksi dalam Inception kebanyakan terjadi dalam alam bawah sadar karakternya dengan bumbu halusinasi visual. Yang paling mengejutkan adalah ledakan di jalan di Paris, kereta yang meluncur deras di Los Angeles, dan pergumulan di udara berlokasi di koridor sebuah hotel. Biasanya, film-film Hollywood merendahkan kecerdasan penontonnya. Tetapi, Nolan sebaliknya. Dia menganggap penonton memiliki intelektualitas yang tinggi atau setidak-tidaknya sanggup berusaha untuk mencapai level intelektualitas yang mumpuni. (sumber https://oriztheory.wordpress.com/2011/04/17/resensi-film-inception/ )
Menurut ku, film ini keren sih bisa memberikan fantasi yang keren. Terlebih aku orangnya suka menghayal dan berfantasi dipikiran sendiri juga, film ini sangat memberi bahasan untuk pikiran sendiri. Soalnya masalah yang ditawarkan itu aku rasa mungkin untuk terjadi di dunia nyata, mimpi yang dikendalikan secara sadar. Terlebih juga alat alat seperti pembaca pikiran tanpa interkasi verbal juga nyata keberadaannya dan kurang masuk akal bagi awam, aku pikir untuk hal mimpi yang dapat dikendalikan dan diatur sedemikian rupa mungkin akan ada. Gak tahu kapan, kita hanya dapat menunggu orang hebat menciptkannya. Siapkah dia? hmm
Film ini sangat aku rekomendasikan untuk kalian pecinta film sci-fi dengan tema aksi petualangan. Konsep film nya menurut aku bagus. Walaupun di awal sulit untuk dipahami maksud filmnya (sampai akhir pun ada scene yang masih buat aku gak paham wkwk), pembahasan umum dari film ini masih bisa untuk dipahami. Pokoknya film ini keren menurut aku dan berhasil membuat aku penasaran.
Banyak hal yang menarik yang aku dapat dari film ini. Konsep mimpi dalam mimpi dalam mimpi lagi merupakan ide yang menarik sih buat ku. Jadi dalam film itu mereka yang bermimpi juga bisa sadar bahwa mereka dalam mimpi. Ketika mereka menyadari mereka ada dalam mimpi mereka ga langsung bisa menyadarkan diri sendiri ke dunia nyata, tapi untuk mereka kembali ke dunia nyata mereka harus menimbulkan sentakan untuk tubuh mereka dari dalam mimpi itu misalnya ketika pemimpi mati dalam mimpi nya itu. Hal menarik lainnya yaitu untuk menyadarkan orang lain, mereka membuat orang yang gak sadar itu bermimpi dan memberikan dia sentakan dalam mimpi itu sehingga dalam dunia nyata tubuh mereka juga mengalami sentakan dari dalam yang berusaha untuk menyadarkan mereka. Kemudian aku sempat bertanya tanya tentang gimana jika saat bermimpi raganya gak mampu menerima tubuhnya tetapi dalam mimpinya itu dia sudah mati. Ternyata pertanyaanku ini dibahas dalam film itu ketika mereka dibius artinya mereka tak dapat menyadarkan diri beberapa waktu tetapi mereka bisa saja mati dalam mimpi mereka. Dikatakan jika hal hal itu terjadi, maka mereka akan memasuki limbo di mana mereka bisa kehilangan kesadaran mereka bahwa dunia yang diciptakan itu tidak nyata. Nah, kan aku kepo nih limbo itu mereka serap dari istilah umum gak sih dan setelah aku searching limbo itu ada dalam teologi agama katolik yang artinya suatu gagasan spekulatif mengenai kondisi kehidupan setelah kematian bagi mereka yang meninggal karena dosa asalnya tanpa ditetapkan untuk masuk dalam kutukan neraka.
Menurut google, rating orang-orang untuk film ini adalah 8.8/10 . Untuk aku sendiri, rata rata itu sesuai dengan penilaianku juga. Memang film ini bagus untuk ditonton karena punya konsep yang keren dan untuk visual nya juga bagus. Aku rekomendasiin kalian buat nonton ini deh.
Komentar
Posting Komentar